Pertempuran Karansebes Yang Menewaskan 10.000 Orang Austria


Pertempuran Karansebes merupakan peperangan antara Kerajaan Kerajaan Austria dengan Turki Utsmani. Pertempuran tersebut dianggap sebagai pertempuran yang sangatlah konyol sepanjang sejarah yang diakibatkan oleh blunder pasukan militer yang disebabkan oleh minuman alkohol (mabuk), peperangan ini terjadi pada tanggal 17 September 1788 Masehi.

Latar Belakang

Pertempuran di Karansebes ini merupakan cuplikan dari peperangan yang berkepanjangan antara Kerajaan Austo-Hungaria melawan Turki Utsmani. Raja Joseph II dari Kerajaan Austria, Frederick the Great dari Prussia, dan Catherine the Great dari Rusia merupakan raja dan ratu yang berkoalisi melawan Kesultanan Turki Utsmani. Namun, Raja Joseph II tidak setara dengan kehebatan militer Frederick the Great yang terampil dan gigih. Raja Joseph II ingin membuktikan dirinya sebanding dengan Frederick the Great, sehingga ia bergabung dengan sekutunya yaitu Prussia (Jerman) dan Russia (Rusia) berperang melawan Turki Utsmani yang berlangsung dari tahun 1787 sampai 1791.

Kronologis Kejadian

Pasukan Kerajaan Austria beserta negara koalisinya yaitu Rusia dengan jumlah pasukan berkisar 100.000 (seratus ribu) tentara mulai bergerak menuju ke medan perang dibawah pimpinan Raja Joseph 2. Pasukan koalisi tersebut adalah pasukan yang sangat terlatih dan tergolong ke dalam kelas elite, prajurit-prajurit yang tergabung ke dalam koalisi ini merupakan utusan yang terbaik dari negaranya masing-masing.Kerajaan Austria berencana untuk menggabungkan pasukan dengan Rusia, tetapi karena Turki Utsmani mengetahui kabar tersebut penggabungan pasukan berhasil dicegah dan pasukan rusia kembali ke negara asalnya. Ketika Autria dalam perjalanan menuju ke Turki Utsmani, mereka memutuskan untuk berkemah di suatu daerah perbatasan antara Turki dan Kerajaan Austria, daerah perbatasan tersebut bernama Karansebes. Pasukan Kerajaan Austria berkemah di dekat “Timis River” atau “Sungai Timis”. Ketika mengetahui pasukan Kerajaan Austria singgah di Karansebes, prajurit-prajurit Turki Utsmani sudah bersiap menyambut kedatangan Kerajaan Austria di perbatasan Turki, tepatnya di kota Belgrade. Kerajaan Austria mengantisipasi akan serangan mendadak yang dilakukan Turki, mereka akhirnya membagi tim patroli sesuai dengan masing-masing divisi. Patroli tersebut bertujuan untuk mengamati pergerakan tentara Turki di daerah Karansebes.
Pembagian tugas jaga pertama kali dilakukan oleh pasukan Hussar, mereka mulai bergerak dengan melintasi sungai Timis dan melintasi kota Karansebes. Pasukan Hussar tidak menemukan satupun tentara Turki yang berada di daerah Karansebes, tetapi mereka menemukan pedagang lokal yang menjual minuman beralkohol. Dikarenakan situasi dirasa aman terkendali, mereka berhenti untuk membeli keras dari pedagang lokal.
Ditengah pesta minum yang sedang berlangsung, pasukan infanteri ternyata juga memiliki tugas yang sama, yaitu berpatroli mengamati pergerakan Turki Utsmani. Alhasil mereka bertemu dengan pasukan Hussar yang sedang mabuk-mabukkan. Divisi Infanteri juga ingin ikut bergabung ke dalam pesta tersebut. Bukannya mereka mendapatkan minuman, tetapi mereka diusir oleh sekolompok Hussar dan para infanteri mendapat olok-olokan dari beberapa pasukan Hussar tersebut. Hussar menganggap status Infanteri lebih rendah darinya dan tidak akan memberikan apa yang telah mereka temukan sendiri kepada Infanteri. Situasi pun memanas, Infanteri yang emosi mencoba menakut-nakuti Hussar dengan serangan palsu menembakkan senjatanya ke arah udara dan kerumunan sambil berteriak “Turci” atau “Turki”. Hussar yang sedang mabuk dan kondisi kejadian malam hari membuat mereka mengira itu adalah tembakkan dari Turki, akhrinya mereka pun kebingunga, menyadari bahwa itu bukanlah serangan dari Turki membuat Hussar ikut bergabung dan menembakkan peluru ke udara sambil berteriak “Turki”. Pasukan yang berada di barisan paling belakang mengira mereka sedang berjalan menuju area penyergapan. Kepanikan di antara pasukan menyebar dan semakin menjadi ketika orang-orang menembaki bayangan yang mereka lihat mengintai mereka dari kegelapan – nyatanya merupakan bayangan dari rekan mereka sendiri. Penanganan bagian barang panik dan memaksakan mendorong kereta-kereta barang mereka melintasi pasukan sambil berlarian. Para petugas berlarian kesana kemari mencoba menenangkan keadaan dan memulihkan ketertiban.

Pengepungan Antar Sesama Pasukan

Para prajurit yang mendengar desas desus atau suara tembakan tersebut kembali menuju perkemahan sambil lari terbirit-birit lalu mengabarkan kepada rekan-rekannya bahwa pasukan Turki Utsmani berada di kota Karansebes. Kabar tersebut sampai ke telinga Perwira Kerajaan Austria, penyerbuan besar-besaran pun terjadi begitu saja. Pasukan Kerajaan Austria dengan perwiranya langsung menuju lokasi baku tembak tersebut. Ketika mendekati lokasi baku tembak, ia memerintahkan pasukannya untuk menembakan artileri ke arah kerumuman prajurit yang berteriak “Turki”. Karena penglihatan terbatai oleh gelapnya malam dan berbeda seragam yang digunakan membuat para pasukan elite ini mengira pasukan yang berbeda seragam adalah pasukan lawan, maka pertempuran habis-habisan pun terjadi di malam itu. Alhasil asap hitam dari ledakan artileri membuat seluruh tentara saling menyerang satu sama lain dengan cara membabi-buta di tengah asap hitam. Pasukan Austro-Hungaria secara tidak sadar bertempur dengan pasukannya sendiri mengira yang mereka sergap adalah prajurit Turki. Seluruh pasukan yang selamat akhirnya mundur dari pertempuran konyol ini. Dua hari kemudian pasukan Turki Utsmani datang ke Karansebes, bukannya bersiap untuk menghadapi lawan-lawannya, mereka malah mendapati 10.000 tentara-tentara Austro-Hungaria yang tewas sepanjang perkemahan yang kurang lebih jumlahnya 10.000 orang.