Sejarah dan Latar Belakang Perang Kosovo 1389

Sejarah dan Latar Belakang Pertempuran Kosova 1389
Pertempuran Kosovo adalah peperangan antara Turki Usmani dengan Kerajaan Serbia yang terbentuk dari penggabungan kawasan Bosnia, Vuk, dan Zeta oleh Pangeran Serbia bernama Lazar Hrebeljanovic. Sedangkan dari pihak Turki Usmani dipimpin oleh Sultan Murad I Hudavendigar atau anak dari Sultan Orhan Gazi.

Sebelumnya antara tahun 1337-1369 terjadi gempa di daerah Anatolia yang menyebabkan puing-puing bangunan bersejarah milik Bizantium Romawi hancur total dan ketika itu momen tersebut dimanfaatkan oleh Sultan orhan Gazi untuk memperluas wilayah Turki Usmani dengan mengambil alih atau menaklukkan wilayah Bizantium Romawi, hanya ada satu wilayah Romawi Timur yang tidak ia serang yaitu Konstantinopel karena pertahanannya yang kuat. Walaupun begitu, Kota Konstatinopel dapat ditaklukkan oleh serangan Sultan Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih yang merupakan cucu dari Orhan Gazi dan anak dari Murad I.


Latar Belakang Pertempuran Kosovo 1389

  1. Terbunuhnya Raja Serbia Vukasin Mrnjacevic oleh serangan dari Turki Usmani pada tanggal 27 September 1371
  2. Serbia Ingin melakukan balas dendam terhadap Turki Usmani atas terbunuhnya Vukasin Mrnjacevic beserta kakaknya 
  3. Untuk memperluas wilayah masing-masing kerajaan di kawasan Anatolia
  4. Serbia ingin mengeluarkan Turki Usmani dari kawasan Eropa
  5. Kerajaan Turki Usmani menjadi ancaman besar bagi kerajaan romawi pada masanya

Sejarah Pertempuran Kosovo 1389

Sejarah dan Latar Belakang Pertempuran Kosova 1389
Strategi Masing-masing pasukan
Setelah Sultan Orhan Gazi menaklukkan wilayah Bizantium Romawi untuk memperluas Turki Usmani sampai ke kota Adrianople provinsi Edirme, kekuasaanya digantikan oleh anaknya yang bernama Sultan Murad I yang langsung memindahkan ibukota Turki Usmani ke kota Adrianople.
Di sisi lain, Kerajaan Serbia sudah menyiapkan dirinya untuk menyerang Turki Usmani, dengan jumlah pasukan berkisar antara 35.000 (tiga puluh lima ribu) pasukan yang dipimpin oleh Vukasin Mrnjacevic.

Pada tahun 1371 Raja Vukasin Mrnjacevic dari Serbia ingin mengambil alih ibukota dari Turki Usmani yaitu Adrianople yang apabila berhasil akan membuat Turki Usmani keluar dari Eropa. Mereka menuju ke daerah Adrinople dan berkemah di dekat sungai Maritsa. Ketika waktu menunjukkan malam hari, pasukan Turki Usmani yang dipimpin oleh Lala Sahin Pasha melakukan penyergapan ke perkemahan prajurit Serbia. Penyergapan ini dilakukan dengan kurang lebih 800 orang Turki Usmani dan ribuan prajurit dari Serbia tewas ketika sedang tidur.
Prajurit Turki Usmani dalam jumlah kecil ini berhasil mengalahkan 35.000 pasukan Serbia dalam penyergapan tersebut. Di pertempuran ini Raja Vukasin Mrnjacevic beserta kakaknya Jovan Ugljesa yang dari awal telah ditarget oleh pasukan Turki pun tewas mengakibatkan kehancuran Kerajaan Serbia.

Setelah kekalahan Serbia, pangeran Serbia yang bernama Lazar Hrebeljanovic mengalahkan pasukan divisi kecil Turki Usmani pada pertempuran Plocnik 1387 dan membuat Turki Usmani keluar dari daerah Serbia. Lazar membuat aliansi dengan wilayah disekitarnya yang masing-masing pasukan dipimpin oleh Vlatko Vukovic, Vuk Brankovic, dan Lazar Hrebeljanovic.
Pada tanggal 6 Oktober 1389 terjadilah perang Kosovo, Turki Usmani mempunyai 50.000 pasukan siap tempur di medan perang, pasukan utamanya adalah Jannisary dan Hussars. Sedangkan Serbia dengan pasukan andalannya adalah Kavaleri dengan tombak runcingnya sudah bergerak menuju medan perang. Raja Lazar Hrebeljanovic memimpin 15.000 pasukan dengan baris depan terdiri dari kavaleri dan barisan belakangnya terdiri dari pemanah. Dibagian kiri dipimpin oleh Vladko Vukovic sedangkan dibagian kanan dipimpin oleh Vuk Brankovic yang keduanya memimpin sekitar 7.000 pasukan. Sementara itu, dari sisi Turki Utsmani, Sultan Murad I Hudavendigar memimpin 20.000 pasukan di barisan tengah, di bagian kiri dipimpin oleh Yakub Celebi, dan di kanan oleh Yildirim Bayezid I yang masing-masing memimpin 15.000 pasukan. Artileri-artileri Turki Usmani dipasang di area tengah, ketika artileri Turki Usmani ditembakan peperanganpun pecah.

Dibagian kiri penyerangan yang dilakukan Serbia sangat sukses, mereka berhasil menekan Turki Usmani sampai ke belakang. Namun, pemimpin pasukan dari pasukan Kristen Vuk Brankovic meninggalkan medan perang secara tiba-tiba, banyak pihak yang mengatakan bahwa ia berkhianat. Pasukan Turki Usmani pun menguasai peperangan dan Pasukan Serbia beserta Rajanya terkepung. Lantas setelah Serbia menyerah Sultan Murad I Hudavendigar mengelilingi pasukannya untuk mencari pasukannya yang terluka ataupun tewas. Ketika itu salah seorang prajurit dari Serbia Milos Obilic menyatakan akan masuk Islam dan ia ingin bertemu dengan Sultan Murad I secara langsung, akhirnya Sultan Murad I mengizinkan prajurit tersebut bertemu dengan dirinya secara berhadapan. Pada awalnya Sultan Murad I mengira akan berjabat tangan tetapi ia malah ditusuk dengan pisau beracun oleh prajurit Serbia yang bernama Milos Obilic. Sementara itu pasukan Serbia yang tersisa tiba-tiba melawan dan bertempur habis-habisan, alhasil karena Serbia terkepung kemenangpun diraih oleh Turki Usmani.