Biografi Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Khalifah ke 9 Dinasti Umayyah

Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah yang membawa Dinasti Umayyah mencapai puncak kejayaannya, selama masa kepemimpinannya ia dikenal sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Sebelum menjadi khalifah Dinasti Umayyah, saat usianya 24 tahun ia pernah menjadi Gubernur Hijaz dan ia juga dipercaya sebagai pengawas pelaksanaan pembangunan ketika Masjid Nabawi dibongkar digantikan bangunan baru pada masa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik.Umar bin Abdul Aziz merupakan keturunan dari Umar bin Khattab melalui ibunya yang bernama Laila Umm binti Asim binti Umar bin Khattab.


Perjalanan Hidup Umar bin Abdul Aziz


Umar bin Abdul Aziz sering berkunjung ke rumah pamannya yang bernama Abdullah bin Umar bin Khattab. Setelah ia kembali dari rumah pamannya, ia selalu mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin menjadi seperti kakeknya, Umar bin Khattab.

Umar bin Abul Aziz menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota Madinah sampai ayahnya wafat pada tahun 704 Masehi. Ia memperoleh pendidikan yang baik di kota Madinah. Pada waktu itu, Madinah merupakan pusat ilmu pengetahuan dan banyak para ulama hadist serta tafsir yang tinggal di sana. Umar bin Abdul Aziz juga pernah menjadi Gubernur Hijaz ketika usianya baru 24 tahun. Ia diangkat menjadi Gubernur pada masa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik dan karena kebijaksanannya Ia juga dipercaya sebagai pengawas pembongkaran Masjid Nabawai yang akan digantikan bangunan baru. Setelah beberapa tahun menjadi Gubernur, dengan wasiat dari Sulaiman bin Abdul Malik yang merupakan Khalifah Dinasti Umayyah sebelumnya, Umar bin Abdul Aziz secara sah mendapat gelar Khalifah dan memimpin Dinasti Umayyah. Ketika Umar bin Abdul Aziz ditetapkan sebagai Khalifah penampilannya benar-benar berubah, sebelumnya ia berpenampilan menggunakan wangi-wangian dan pakaian terbuat dari sutra, setelah ia diangkat menjadi Khalifah pakaian yang ia pakai terbuat dari bahan kasar.

Pencapaian Khalifah Umar bin Abdul Aziz selama menjadi Khalifah Dinasti Umayyah


Pencapaian Khalifah Umar bin Abdul Aziz selama memimpin Dinasti Umayyah dengan waktu yang singkat yaitu dua setengah tahun, antara lain:

Bidang Ekonomi   

  1. Menurunkan harga pajak.
  2. Membuat aturan tentang timbangan dan takaran yang adil. 
  3. Menghilangkan sistem kerja rodi atau kerja paksa. 
  4. Memperbaiki lahan pertanian, irigasi, pengairan, sumur-sumur, dan pembangunan jalan raya yang merata. 
  5. Menyantuni fakir miskin dan anak yatim piatu.


Bidang Agama      

  1. Menghidupkan kembali ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. 
  2. Mengadakan kerjasama dengan para ulama-ulama besar, seperti: Hasan al-Basri dan Sulaiman bin Umar 
  3. Menerapkan hukum syariat Islam secara mendalam baik di pemerintahan ataupun di lingkungan masyarakat
  4. Mengecek ulang kumpulan hadist-hadist untuk diseleksi kebenarannya (sahih atau doib) dengan memerintahkahkan pakar hadist yaitu Imam Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri.
Bidang Pengetahuan  


  1. Memindahkan sekolah kedokteran yang berada di Iskandariah (Mesir) ke Antiokia dan Harran, Turki
Bidang Sosial Politik

  1. Memecat gubernur yang tidak taat menjalankan agama dan bertindak zalim terhadap rakyat 
  2. Mengutus mata-mata ke berbagai negeri untuk melihat langsung cara kerja para Gubernur dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadlian 
  3. Menerapkan politik yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadlian di atas segalanya


Bidang Dakwah dan Perluasan Wilayah
Wilayah Kekuasaan Dinasti Umayyah
Khalifah Umar bin Abdul Aziz melakukan perluasan wilayah tidak dengan kekuatan militer, tetapi dilakukan dengan cara berdakwah amar makruf nahi munkar. Dalam bidang dakwah, Umar bin Abdul Aziz melakukan upaya untuk menghapus kebiasaan para khotib mencela Ali bin Abi Thalib dan keluargannya dalam setiap khotbah Jumat dengan digantikan pembacaan firman Allah dalam surah an-Nahl ayat 90.

Bidang Militer
Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak berupaya untuk membangun pasukan perang yang hebat, karena ia yakin untuk melakukan perluasan wilayah bisa dilakukan dengan dakwah tanpa pertumpahan darah. Ia lebih mengutamakan kepentingan taraf hidup rakyatnya dibandingkan membangun angkatan perang pada masa tersebut, akan tetapi prajurit-prajuritnya tetap mendapat perhatian dan mereka memiliki persenjataan yang cukup. Adapun upaya yang dilakukan Khalifah Umar bin Abdul Aziz antara lain; menciptakan perdamaian berdasarkan pedoman ajaran Islam, meningkatkan kesejahteraan rakyat, membangun masjid-masjid sebagai syiar agama Islam, membuat anggaran dana khusus untuk menolong orang-orang miskin, menyusun undang-undang pertahanan, melakukan pembukuan terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, dan masih banyak lagi.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan salah satu dari beberapa tokoh yang harus diteladani, karena ia dapat berlaku adil, bijaksana, dan mengutamakan musyawarah sebelum mengambil keputusan. Selain itu, ia merupakan sosok pemimpin yang mengerti akan situasi, sebelum ia menjadi khalifah ia hidup dengan pakaian yang mewah dan wangi-wangian karena merupakan keturunan bangsawan, setelah ia diangkat menjadi khalifah ia meninggalkan kebiasaan mewahnya dan melakukan cara hidup yang ketat atas diri dan keluarganya. Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengembalikan semua harta yang ada pada dirinya ke Baitul Mal. Begitupun berlian yang ada pada istrinya dikembalikan ke Baitul Mal setelah masa kepemimpinannya berakhir. Hal itu dilakukannya karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak mau serakah akan harta yang didapatnya.