Keberadaan dan Kemunculan Dajjal Menurut Islam (2019)

Pertanda akhir zaman salah satunya kemunculan Dajjal. Pembahasan mengenai Kemunculan, Keberadaan dan ciri-ciri Dajjal dalam agama Islam. Dajjal akan mengelilingi bumi selama 40 hari, yang satu hari pertama bagaikan 1 tahun, sehari berikutnya seperti satu bulan, sehari berikutnya bagaikan satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya sama seperti hari kita. Ia akan muncul dengan membawa fitnah dajjal dan ilmu sihir, lalu "apakah Dajjal itu dapat kelihatan oleh kita?"...

Sesungguhnya Dajjal dapat terlihat oleh orang-orang yang beriman, Allah menunjukkan kekuasaannya dengan memperlihatkan tanda kafir atau tulisan Kaffah pada dahi Dajjal. Apabila orang beriman tidak sengaja berpapasan dengan Dajjal, ia pasti bisa melihat dan mengetahui bahwa itu lah makhluk yang dimaksud.

Timbul pertanyaan seperti "apa yang harus dilakukan bila melihat dajjal", bagi kaum muslim telah diperintahkan oleh Allah untuk menghafalkan Surah Al-Kahfi, apabila tidak sanggup maka boleh menghafal sepuluh ayat pertama atau sepuluh ayat terakhir saja. Apabila anda telah hafal dan secara tidak sengaja berpapasan dengan Dajjal, maka dalam sebuah hadist dikatakan anda akan disinari oleh cahaya yang mana Dajjal tidak sanggup untuk melihat anda. Namun, ada juga yang menganjurkan anda untuk tetap membaca atau muroja'ah surah Al-Kahfi yang anda hafal meskipun hanya sepuluh ayat secara diulang-ulang.

Nabi Muhammad SAW. menganjurkan umatnya apabila mengetahui atau mendengar Dajjal telah muncul untuk tidak mendatanginya, karena dengan jari telunjuknya Dajjal dapat menurunkan hujan dari langit, ia akan memperlihatkan atau memberikan dua pilihan bagi anda dengan pemandangan air sungai dan sebuah sungai dari api. Ada salah satu hadist yang menyebutkan apabila Dajjal memberikan pandangan sungai maka masuk dan minumlah sungai dari api itu "dengan mata tertutup", sesungguhnya apinya adalah air dan airnya adalah api. Ditakutkan kalau kita meminum sungai api tersebut dengan mata terbuka, bisa-bisa kita terpanggang. hadist ini memiliki tingkatan di atas Dhoib tapi menyerupai Dhoib.


نْزِلُ الدَّجَّالُ فِى هَذِهِ السَّبَخَةِ بِمَرِّ قَنَاةَ فَيَكُونُ
أَكْثَرَ مَنْ يَخْرُجُ إِلَيْهِ النِّسَاءُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ
لِيَرْجِعُ إِلَى حَمِيمِهِ وَإِلَى أُمِّهِ وَابْنَتِهِ وَأُخْتِهِ
وَعَمَّتِهِ فَيُوثِقُهَا رِبَاطاً مَخَافَةَ أَنْ تَخْرُجَ إِلَيْهِ
“Dajjal akan turun ke Mirqonah (sebuah lembah) dan kebanyakan pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai
ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya, putrinya, saudarinya dan
bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju
Dajjal”. (HR. Ahmad 2: 67)


Menjelang kedadatangannya Dunia selama tiga tahun berturut-turut mengalami kekeringan dan hewan ternak karena kehausan yang merata di bumi ini. Peristiwa tersebut ada yang mengaitkannya dengan Kedatangan Dukhan, sebuah kabut asap berwarna hitam yang menyelimuti bumi yang menyebabkan seisi Dunia akan mengalami kekeringan panjang selama tiga tahun.

Lantas, dimanakah keberadaan Dajjal, apakah ada seseorang yang pernah berbicara dengan Dajjal?!. Pada zaman Rasulullah SAW. ada orang yang bernama Tamim ad-Dari yang pernah bertemu dengan Dajjal. Kapal nya terombang ambing diterpa badai di laut Yaman, ia bersama awak kapalnya terdampar di sebuah pulau, ketika pagi harinya mereka turun dan terkejut karena bertemu dengan hewan yang mana bulunya sangat tebal, tidak kelihatan yang mana kepala dan ekornya sangking tebal bulunya. Hewan itu bisa bicara, dia berkata "pergilah ke sebuah biara tua di tengah pulau ini, ada seseorang yang menunggu kedatanganmu".

Tamim ad-Dari dengan penuh heran dan takut bergegas pergi ke tengah pulau dan ada sebuah dir (tempat ibadah milik yahudi) di sana ada makhluk yang tangan dan kakinya terbelenggu oleh rantai yang terbuat dari besi. Makhluk itu berbadan gemuk, tidak tinggi, warna kulitnya berwarna kemerah-merahan, mata kanannya seperti buah anggur yang menonjol atau seperti kulit yang meleleh.

Hadist Fatimah bin Qais (Hadist ini Sahih) dijelaskan:
Tamim Ad-Dari sampai ke suatu pulau ia menemukan dir (tempat ibadah yahudi), mereka menemukan orang yang terbelenggu dan orang itu bertanya, sebagai berikut:

Pertanyaan Dajjal Kepada Tamim Ad-Dari

1. Darimana Kamu Berasal?
Jawab: Dari Jazirah Arab
2. Apakah Nahlu Baisan Masih Berbuah?
Jawab: Ya buahnya masih banyak
Nahlu baisan merupakan sebuah kawasan di Syam perbatasan antara Yordania dengan Palestina. Di sana merupakan perkebunan pohon kurma terbesar di Dunia, sekarang buahnya tidak ada, pelepahnya tidak lagi berbuah.
3. Apakah Danau Tiberias masih banyak airnya?
Jawab: Ya airnya masih banyak.
Sekarang Danau Tiberias sudah mengering, Bangsa Yahudi (Israel) sekarang melakukan penyulingan air laut sebagai sumber minum mereka, Danau Tiberias sudah mengering dan terlihat pulau yang sudah menonjol sekarang. Danau tersebut dikatakan dalam hadist lain akan memunculkan sebuah gunung emas ketika hampir sepenuhnya mengering.
4. Masih Adakah Ain Zahr (Mata Air) itu, masih tawarkah airnya? Masih .
Ain Zahr merupakan mata air yang terletak di laut merah, tempat pengazab-an allah kepada kaum sodom atau homo. Di zaman Rasulullah SAW. Ain Zahr masih tawar dan sekarang airnya sudah sudah sepenuhnya asin, bahkan kita bisa mengambang di airnya sangking asinnya.

Dimanakah Dajjal Muncul? Dalam sebuah hadist dijelaskan Dajjal akan muncul di sebuah kota bernama Khurasan, Iran. Diikuti oleh 70.000 orang Yahudi yang siap berperang bersama Dajjal. Akan tetapi pada akhirnya Dajjal akan kalah dibunuh oleh Isa Al-Masih yang nanti akan turun di menara putih, damaskus. Urutan fase kejadian akhir zaman ini adalah sebagai berikut: Dukhan, Al-Mahdi, Dajjal, dan Isa Al-Masih. Wallahualam.