Kisah Lengkap Perang Ullais

Kisah Lengkap Sejarah Perang Ullais, pertempuran antara Islam dengan Kekaisaran Persia. "Benarkah pasukan muslim membantai prajurit Persia sehingga sungai mengalirkan darah?". Untuk lebih jelasnya simak kisah Perang Ullais berikut ini.

Perang Ullais terjadi pada masa khalifah Abu Bakar As-Siddiq atau masa Khulafaur Rasyiddin, tentara muslim dipimpin oleh seorang Jenderal bernama Khalid bin Walid yang selama riwayat peperangan dia tidak pernah kalah. Pertempuran ini sangatlah menarik, mulai dari prajurit Persia yang tetap makan ketika pasukan musuh menyerang dan sebuah isu mengatakan mereka dibantai di sebuah sungai.

Apa itu Pertempuran Ullais?

Perang Ullais merupakan perang pasukan Khulafaur Rasyidin melawan Sassaniad Empire, peperangan ini terjadi pada Pertengahan Mei tahun 633 Masehi atau minggu akhir Safar, 12 Hijriah. Pertempuran Ullais dimenangkan oleh pasukan Khulafaur Rasyidin (islam) dengan mengalahkan lebih dari 70.000 prajurit gabungan dari Persia dan orang-orang Arab kristen.

Latar Belakang Terjadinya Perang!

Penduduk di sana (Ullais) lebih condong memilih mendukung Kekaisaran Sassaniad dikarenakan memiliki populasi kristen yang banyak. Mengetahui adanya pergerakan yang dilakukan oleh Panglima Perang Islam"Khalid bin Walid" penduduk Arab kristen berusaha untuk menghalanginya dengan menyatukan barisan di kota Ullais. Khalid bin Walid berencana untuk menjadikan kota Hira untuk dijadikan markas pasukan muslim, akan tetapi untuk mencapai kota tersebut ia beserta prajuritnya harus melintasi Ullais sehingga terjadilah perang di kota Ullais antara pasukan Khalid bin Walid dan campuran tentara persia serta arab kristen.

Bagaimana Perang Tersebut Berlangsung? Berikut Penjelasannya!

Pasukan campuran Arab dan Persia di bawah komando Jaban Abdul Aswad akan melakukan makan siang pada pertengahan hari, sebelumnya tidak ada kabar yang menunjukkan pergerakan muslim menuju ke Ullais. Seketika itu pasukan muslim bergerak cepat menuju Ullais membuat komandan lawan ketakutan, Jaban Abdul Aswad memerintahkan prajurit-prajuritnya bersiap untuk perang, akan tetapi mereka tidak mematuhi komandannya dan mengatakan "makan dahulu baru bertarung kemudian". Prajurit Persia hanya makan satu atau dua sendok, berbeda dengan arab yang tidak cepat. Mengetahui lawan sudah sangat dekat dari Ullais, seluruh prajurit bergegas meninggalkan makanan mereka dan membentuk sebuah barisan tidak jauh dari sana.

Jaban Abdul Aswad memerintahkan orang Arab kristen untuk membentuk formasi sayap sedangkan pasukan Persia berada di posisi tengah. Pertempuran berlangsung sengit, prajurit muslim yang kelaparan disertai rasa lelah tidak melihat celah pertahanan lawan.

Khalid bin Walid mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah:

"Ya Allah! Jika Engkau Memberi Kami Kemenangan, aku pasti bisa melihatnya tidak ada prajurit musuh yang dibiarkan hidup sampai sungai mereka dialiri oleh darah mereka".

 Kemenangan berhasil didapatkan oleh Khalid bin Walid beserta tentaranya pada pertempuran Ullais, ia berhasil mengalahkan Kekaisaran Sassaniad menjelang sore hari. Ribuan orang tergeletak mati di tepi sungai membuat pasirnya berwarna merah dengan darah mereka. Saat lawan melarikan diri, Khalid bin Walid mengintruksikan para kavaleri untuk mengerjar mereka dan "membawanya kembali hidup-hidup".

Isu Sungai Berdarah Dalam Pertempuran Ullais

Khalid bin Walid sebagai panglima perang Islam telah berjanji/bernazar untuk mengaliri sungai di Ullais dengan darah lawan, ia ingin sepanjang hari sampai hari ketiga setelah pertempuran itu para prajurit yang kalah perang dibawa ke sungai untuk dipenggal demi menepati janjinya.

Namun, ketika semua pasukan muslim berkumpul, komandan perang Islam, Qaqa bin Amr menoleh ke Khalid dan berkata "Jika kamu membunuh orang-orang di Bumi darah mereka tidak akan mengalir selama sungai ini dibendung". Setelah pembunuhan dihentikan, atas saran Qaqa bendungan dibuka dan air sungai seketika berubah berwarna merah. 

Banyak yang menyalahartikan sungai yang berwarna merah itu adalah darah dari prajurit yang digiling, kenyataannya itu merupakan sebuah air dari pabrik jagung untuk menggiling jagung bagi pasukan Khalid yang airnya berwarna merah.

Bukti dari pernyataan tersebut yaitu ketika malam hari setelah perang usai, prajurit persia baik yang ditawan maupun ditangkap oleh para kavaleri diberi makan oleh pasukan muslim. Sehingga kisah perang Ullais banyak yang dilebih-lebihkan karena sungai yang darahnya merah setelah perang padahal kenyataannya hanya aliran air berwarna merah dari penggilingan jagung.