Peradaban Islam dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Dinasti Umayyah

Peradaban Islam pada masa Dinasti Umayyah semakin berkembang dari waktu ke waktu, akan tetapi pada masa Khalifah Ali bin Abi Talib umat Islam terpecah menjadi beberapa golongan. Setiap golongan mempunyai tokoh yang mereka yakini paling berhak menduduki jabatan khalifah. Pada waktu itu umat islam terpecah menjadi tiga golongan besar. Sebagai berikut.

1. Golongan Pendukung Dinasti Umayyah
Golongan ini terdiri dari penduduk Negeri Syam (Suriah), Mesir, dan daerah-daerah sekitarnya. Mereka berpendapat bahwa khalifah harus berasal dari orang Quraisy serta keturunan Dinasti Umayyah.

2. Golongan Pendukung Ali bin Abi Talib
Golongan ini disebut golongan Syiah. Mereka berpendapat khalifah harus berasal dari orang Quraisy dan keturunan Ali bin Ai Talib.

3. Golongan Khawarij
Golongan khawarij adalah golongan yang menentang Ali bin Abi Talib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan secara terang-terangan.  Golongan ini berpendapat bahwa Ali bin Abi Talib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan telah keluar dari jalur Islam setelah peristiwa tahkim (setelah peperangan Siffin).

Pada masa Dinasti Umayyah dibentuk lima lembaga pemerintah. Lima lembaga tersebut adalah
1. Lembaga Politik (an-Nizam as-Siyasi)
2. Lembaga Keungan (an-Nizam al-Mali)
3. Lembaga Tata Usaha Negara (an-Nizam al-Idari)
4. Lembaga Kehakiman (an-Nizam al-Qada’i)
5. Lembaga Ketentaraan (an-Nizam al-Harbi)

Selain lima lembaga di atas, dibentuk pula Dewan Sekretaris Negara (Diwanul-kitabah) pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dewan ini memiliki tugas untuk mengurusi urusan pemerintahan. Dewan ini terdiri atas lima orang sekretaris, yaitu:
1. Sekretaris Persuratan (Katib ar-Rasa’il)
2. Sekretaris Keungan (Katib al-Kharraj)
3. Sekretaris Tentara (Katib al-Jund)
4. Sekretaris Kepolisian (Katib asy-Syurtah)
5. Sekretaris Kehakiman (Katib al-Qadi)

Pada itu perkembangan Dinasti Umayyah begitu pesat, selain dibentuk lembaga-lembaga pemerintahan dibentuk pula ajudan untuk melindungi khalifah, sekarang ajudan bisa dibilang dengan paspamresnya presiden. Al-Hijadah dibentuk dengan tujuan untuk melindungi khalifah, setiap orang yang hendak bertemu dengan khalifah karena urusan tertentu harus meminta izin terlebih dahulu dengan ajudan khalifah atau Al-Hijadah.

Para khalifah Dinasti Umayyah dapat mengatasai segala gangguan seperti gangguan pemberontakan, misalnya:
1. Pemberontakan Husein bin Ali di Kufah terjadi pad atahun 680 M.
Peristiwa tersebut menyebabkan terbunuhnya Husein bin Ali dalam sebuah pertempuran di Karbala.
2. Pemberontakan Mukhtar di Kufah pada tahun 685 M. Peristiwa tersebut merupakan kelanjutan dari pemberontakan sebelumnya.
3. Pemberontakan Abdullah bin Zubair terjadi di Mekah pada tahun 692 M.

Karena keberhasilan Dinasti Umayyah mengatasi berbagai macam pemberontakan tersebut membuat Dinasti Umayyah dapat memperluas wilayahnya. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz wilayah Dinasti Umayyah meliputi Afrika Utara, Suriah, Palestina, Jazirah Arab, Irak, Persia, Spanyol, Afganistan, Pakistan, Turkistan, dan Asia Kecil (beberapa wilayah di asia).

Baca juga: Awal Mula Berdirinya Dinasti Umayyah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Dinasti Umayyah

Pusat kegiatan ilmiah pada masa Dinasti Umayyah adalah Kota Basrah dan Kufah di Irak. Perkembangan Ilmu pengetahuan itu ditandai dengan munculnya imuwan-ilmuan muslim dalam berbagai bidang. Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tengan astronomi, kedokteran, dan kimia. Selain itu, ia juga merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz sering mengundang para ulama dan fukaha dke istana untuk mengkaji ilmu dalam berbagai majelis. Ulama-ulama lain yang muncul pada waktu itu adalah Hasan al-Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan Wasil bin Ata’.
Bidang kesustraan juga mengalami kemajuan. Hal itu ditandai dengan munculnya sastrawan-sastrawan berikut:


Nama-Nama Sastrawan Pada Masa Dinasti Umayyah Wafatnya
Qays bin Mulawwah atau Laila MajnunWafat pada 699 M
Jamil al-UzriWafat pada 701 M
al-AkhtalWafat pada 710 M
Umar bin Abi Rabi'ahWafat pada 719 M
al-FarazdaqWafat pada 732 M
Ibnu al-Muqaffa'Wafat pada 756 M
JarirWafat pada 792 M
Pada masa Dinasti Umayyah sektor pembangunan juga mendapatkan perhatian yang cukup besar. Dengan berpindahnya pusat kekuasaan keluar dari Jazirah Arab, pembangunan-pembangunan tidak hanya berpusat di Jazirah Arab. Beberapa bangunan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Mengubah Katedral St.John di Damaskus menjadi Masjid
2. Mengggunakan Katedral Hims sebagai masjid
3. Merenovasi Masjid Nabawi
4. Membangun Istana Qusayr Amrah dan Istana al-Musatta yang digunakan sebagai tempat peristirahatan di padang pasir.