Kehancuran Bangsa Yahudi di Akhir Zaman

Kaum Bani Israil atau Yahudi telah dijanjikan Allah SWT. bahwa mereka akan binasa dan dihancurkan di Dunia dan diberikan azab yang pedih di Akhirat kelak akibat perbuatan kejam yang mereka lakukan selama hidup ini. Janji Allah untuk kehancuran bani israil telah dijelaskan dalam sebuah ayat Al-Quran, yang mana kebinasaan mereka telah tertulis di lauhul mahfudz atau sebuah takdir.

Perhatikanlah kerusakan-kerusakan yang telah dilakukan Yahudi, sebelumnya mereka tinggal di yerusalam akan tetapi telah menolak ajakan tauhid yang disampaikan oleh Nabi Musa Allaihisalam sehingga diusirlah Yahudi keluar dari Yerusalem oleh Allah. Namun, pada akhirnya berdasarkan ketetapan Allah pula seluruh Yahudi nantinya akan dikumpulkan kembali ke Yerusalem untuk dibinasakan ketika di penghujung akhir zaman. Dari kumpulan hadist yang didapat, bangsa Yahudi akan mendapatkan kehancuran ketika bersiap memerangi pasukan muslim di bukit Magiddo, Israel, mereka akan ditimpa oleh gumpalan dari langit (meteor) dari Allah ketika mereka bersama dengan  Raja Yahudi (Dajjal).

Rasulullah bersabda "Aku menghitung enam perkara yang akan terjadi menjelang hari kiamat.. "Lalu beliau menyebutkan antara lain, " Kemudian akan terjadi perdamaian antara kamu dengan bani Ashfar (Rum), tetapi kemudian mereka mengkhianati janji (perdamaian) itu dan datang kepadamu dengan 80 bendera dan tiap-tiap bendera diikuti 12 ribu orang."
Di dalam hadist tersebut dijelaskan pada akhir zaman akan ada perdamaian antara kaum muslim dengan rum, maksud dari hadist itu akan ada peperangan antara blok timur (india dan sekutu) dan barat (rum). Pasukan muslim akan melakukan perjanjian damai dengan rum (amerika) untuk mengalahkan blok timur. Setelah memenangkan perang tersebut, salah seorang pasukan rum mengibarkan bendera salib di puncak gunung dan mengatakan "salib menang, salib menang", dibunuhlah orang tersebut oleh salah seorang muslim. Di hari kemudian datanglah orang-orang rum dengan 80 bendera yang diikuti 12 ribu orang untuk menghancurkan pasukan muslim di Suriah. Peperangan ini merupakan peperangan terbesar dalam sejarah dunia, pada akhirnya Islam memenangkan peperangan ini dengan jumlah pasukan muslim yang tersisa kurang lebih 2.500 orang. Jumlah laki-laki setelah perang ini usai sangat sedikit, 1:50, itulah peristiwa atau fase satu akhir zaman.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda
"Tidak akan datang hari kiamat sehingga pasukan Rum turun di A'maq atau ke desa Dabiq. Kemudian datanglah kepada mereka pasukan dari Madinah yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada waktu itu. Ketika mereka telah mengatur barisan, berkatalah pasukan Rum, 'Biarkanlah kami memerangai orang-orang yang mencela kami!' Lalu kaum muslimin menjawab, 'Tidak! Kami tidak akan membiarkan teman-teman kami!' Maka terjadilah peperangan di antara mereka, yang sepertiga binasa (lari dari peperangan) dan Allah tidak akan menerima tobat mereka selamanya, yang sepertiga lagi mati terbunuh sebagai syahid yang paling utama di sisi Allah, dan yang sepertiga lagi diberi kemenangan dengan tidak terkena bencana sedikitpun,..."

Bangsa Yahudi, keberpihakannya dibawah Masias pada akhirnya berujung kehancuran bagi kaum bani israil. Yahudi adalah Bangsa dari keturunan nenek moyang penganut yahudi berdasarkan keturunan ibu, mereka dikenal dengan si penyembah sapi. Di dalam nubuat Islam atau hadist-hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menjelaskan peristiwa akhir zaman secara detail, nantinya kaum/bangsa Yahudi sangat yakin akan kehancuran umat islam dibawah pimpinan Masias mereka yakni Dajjal mereka akan mendatangi kota-kota di seluruh Dunia dan yang terakhir di negeri Syam lalu memeranginya, namun pada akhirnya mereka akan mendapatkan kehancuran yang nyata dengan datangnya Isa Al-Masih di penghujung zaman.

Ketika Al-Masih Ad-Dajjal memanjat ke puncak bukit dan menunjuk sebuah istana putih, istana itu adalah masjid nabawi, Isa Al-Masih turun ke muka bumi pada waktu subuh. Dajjal telah bersiap untuk menghabisi Al-Mahdi dan pasukannya, akan tetapi ia tidak mengetahui Isa Al-Masih telah turun ke muka bumi dan shalat bersama kaum muslimin yang diimami oleh Al-Mahdi.

Sebelum Isa Almasih turun ke muka bumi, Dajjal sudah lebih dahulu mengelilingi dunia ini dibawah fitnah nya bersama bala tentara berjumlah 70.000 orang yahudi keluar dari kota Khurasan, Iran dengan tujuan untuk memurtadkan seluruh manusia di Dunia. Dalam sebuah hadist sahih tentang akhir zaman Dajjal akan keluar bersama tujuh puluh ribu orang Yahudi Ashaban (Ishaban). Kota tersebut memiliki penduduk yahudi sebanyak hampir 70.000 orang jadi kedatangan sang pembawa fitnah itu kemungkinan di Khurasan,Iran.

"Maka sang pembohong (Dajjal) melihatnya, ia meleleh seperti melelehnya garam dalam air, lalu Isa a.s. menuju kepadanya dan membunuhnya, hingga pohon-pohon dan batu berkata "Wahai Ruh Allah! Ini ada orang Yahudi".

Pada fase Akhir Zaman, setelah ia turun ke bumi, Isa Al-Masih akan membuka sebuah pintu, pintu tersebut terletak di sebelah barat tembok ratapan yahudi, setelah pintu itu dibuka terlihatlah Dajjal di balik pintu itu bersama 70.000 orang Yahudi Ishaban (Ashaban) yang sedang melakukan ritual. Dajjal meleleh dan melemparkan senjatanya lalu lari terbirit-birit melihat kehadiran Isa Al-Masih. Pada akhirnya terhentilah Dajjal di pintu Lodd sebelah timur, kemudian Isa membunuh Dajjal.

Di akhir zaman Yahudi akan dibantai habis oleh umat islam bersama Al-Mahdi dan Isa Almasih setelah kematian Raja Yahudi, apabila ada Yahudi yang bersembunyi di balik pepohohonan maka pohon itu akan berbicara, begitupun dengan bebatuan. Ada satu pohon yang tidak berbicara, pohon itu dikenal dengan Pohon Yahudi dan diberinama pohon Gorgot. Kaum Bani Israil saat ini sedang melakukan penghijauan gurun besar-besaran dengan ditanami pohon gorgot di hampir seluruh kawasan gurun di Israel, meskipun begitu upaya mereka sia-sia karena dengan kedatangan Isa Al-Masih dan kematian Dajjal, kehancuran Yahudi sudah di depan mata.